PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BAGI GENERASI ALPHA






     Pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan melalui pengajaran, pelatihan,  dan penelitian agar dapat mengembangkan potensi diri peserta didik. Melalui pendidikan, seorang akan mengalami sebuah proses pembentukan baik itu karakter maupun daya kembang pikirnya melalui serangkaian kegiatan yang dipandu oleh seseorang yang dianggap lebih mahir darinya. Untuk pengertian generasi alpha sendiri ialah mereka yang terlahir dalam kurun waktu 2010 keatas, generasi alpha sendiri identik dengan kemajuan teknologi atau era digital. Oleh karena itu, pendidikan adalah suatu aspek yang keberadaannya sangat penting bagi negara manapun khususnya di Indonesia, dengan pendidikan diharapkan dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas unggul sebagai salah satu aspek pendorong pembangunan nasional di Indonesia dan memenuhi kebutuhan pasar akan kemampuan teknologi bagi para sumber daya manusianya.

     Namun, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Political and Economic Risk Colsuntance atau yang biasanya di sebut PERC pada bulan maret 2002. Menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia berada ditingkat ke 12 terbawah dikawasan ASEAN yaitu setingkat dibawah Vietnam. Dan juga berdasarkan Education Index yang dikeluarkan oleh Human Development Reports pada tahun 2017, negara Indonesia berada di posisi ketujuh di ASEAN dengan skor 0,622 dibawah dari Vietnam dan jauh terpaut dari negara tetangga Malaysia. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan juga laju pembangunan di Indonesia.

    Salah satu penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah kurangnya kesadaran sebagian besar orang tua di Indonesia betapa pentingnya Pendidikan Usia Dini (PAUD), seperti yang dikatakan oleh Novita Tandry director tumble tots indonesia pada saat acara peresmian SGM Prestasi Center,Jakarta.

“[Sayangnya] banyak orang tua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. Padahal, 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga 3 tahun. Sejak dini, anak-anak berhak mendapat saran pendidikan yang nyaman, penuh kasih sayang, dan dalam lingkungan mendukung,”.

     Para orang tua di Indonesia menganggap bahwa Pendidikan Usia Dini hanya membuang waktu dan uang saja tanpa mencari tau lebih dalam lagi pengaruh besar terhadap pola kembang pikir anak. Pendidikan Usia Dini (PAUD) sendiri adalah suatu proses pembinaan dan pembimbingan tumbuh kembang anak usia lahir sampai enam tahun secara menyeluruh baik mencakup aspek fisik maupun non fisik,dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan motorik anak,akal-pikiran,emosional,sosial dan tentunya perkembangan jasmani dan rohani anak (moral dan spiritual) yang diarahkan ke hal positif, tepat, dan benar agar anak dapat berkembang dan tumbuh secara optimal. Upaya yang dilakukan oleh pihak PAUD sendiri mencakup pemberian nutrisi,stimulasi intelektual,pemeliharaan kesehatan, dan memberikan kesempatan-kesempatan yang luas untuk belajar aktif dengan cara eksplorasi dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar.
   
    Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika berumur 4 tahun, 80 % telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun. Dan juga sebagaimana yang kita tahu, usia anak 0-5 tahun adalah masa golden age (usia emas) ini dimana otak dapat menyerap informasi lebih cepat untuk bersosialisasi, menjelajah, meniru apapun didepannya tidak memandang baik buruknya hal tersebut.
   
    Usia dini juga merupakan tahapan kehidupan penting dalam pertumbuhan fisik, emosional, perkembangan intelektual dan sosial bagi anak sendiri. Para ahli neurosain berpendapat bahwa masa pembentukan jaringan sel otak terjadi sangat cepat dimasa ini,jaringan tersebut menghubungkan antarsel neuron yang sudah dibekali oleh tuhan yang maha kuasa sebagai dasar kecerdasan manusia. Dan periode ini juga merupakan tahun-tahun yang sangat berharga bagi seorang anak karena bagi anak sendiri adalah waktu untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungan sekitar sebagai salah satu stimulus terhadap perkembangan psikomotor, kognitif, kepribadian maupun sosialnya.
   
   Semua itu menunjukan bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada lingkup waktu 14 tahun berikutnya. Oleh karena itu, jangka periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga sampai masa dewasa nanti. Sementara itu masa emas ini hanya datang sekali, apabila terlewat begitu saja tanpa hal-hal yang positif maka peluang terbentuknya karakter yang berkualitas unggul akan terbuang peluangnya begitu saja.
   
    Dengan melihat beberapa fakta di atas, maka pendidikan bagi anak usia dini sangat diperlukan. Baik itu dilingkungan keluarga sebagai tempat sosialisasi pertama anak maupun lembaga pendidikan, selama itu masih mencangkup pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan memberikan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan ketrampilan anak tentunya dalam hal positif semua. Apalagi pada zaman teknologi ini, pendidikan anak usia dini sangat diperlukan untuk membentuk suatu fondasi dasar anak yang memiliki kepribadian positif dan juga karakter yang unggul untuk menghadapi kemajuan tekhnologi yang semakin menggerus budaya leluhur akan sopan santun terhadap sesama.
   
  

      Di era digital ini, hal yang paling terpenting adalah bagaimana seseorang dapat menyesuaikan kemampuan dirinya sendiri dengan kebutuhan pasar agar dapat mendapatkan tempat yang layak dengan attitude atau sikap yang baik juga. Tidak ada artinya bila seseorang memiliki kemampuan yang baik namun attitudenya buruk. Oleh karena itu pendidikan usia dini sangat penting keberadaannya khususnya lembaga penyelenggara pendidikan usia dini seperti PAUD untuk membentuk kepribadian dasar anak yang positif dan memliki karakter yang kuat sejak kecil. Sedangkan kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD) sendiri lebih menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik seperti koordinasi motorik halus dan kasar, kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual.
   
      Lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) kini sudah mengajarkan anak tentang dasar dalam cara belajar, dan diusianya yang masih sangat dini. Anak akan diperkenalkan terlebih dahulu pada hal-hal sederhana seperti berdoa. Mereka akan mengetahui semuanya sidikit demi sedikit melalui apa yang mereka lihat dan pelajari. Dengan mereka bermain akan juga diajarkan bagaimana cara yang benar dan tepat dalam bersosialisasi, mengatur waktu bermain dan yang paling terpenting bisa menguasai 1-3 bahasa. Mereka juga di ajarkan sopan santun yang baik, bagaimana caranya bila bertemu guru dijalan, bertutur kata yang benar kepada orang yang lebih tua dan tentunya kepada orang tuanya sendiri. Semua ini bertujuan untuk membentuk kemampuan pola pikir anak yang baik dan juga dengan kepribadian positif serta memiliki karakter yang kuat untuk persiapan mengarungi kemajuan zaman yang tak kenal lagi akan sopan santun ini.
  
      Pendidikan anak usia dini yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya sendiri adalah semata-mata untuk suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa depan. Saat ini telah tersedia banyak berbagai sekolah usia dini seperti Pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tentunya memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas demi mengembangkan kemampuan dan bakat dalam diri anak. Dengan menempatkan anak di PAUD yang terjamin kualitasnya amatlah penting, namun perlu di ingat, salah besar bila orang tua menyerahkan pendidikan anak 100% kepada lembaga pendidikan. Peran keluarga juga sangatlah penting terutama orang tua dalam memegang kepribadian anak melalui pendidikan dalam rumah.

     Oleh karena itu, baik buruknya kepribadian anak sangat tergantung terhadap peran orang tua dalam proses pendidikan terutama pada usia 0-6 tahun. Dan juga pada usia tersebut memanglah masa bermain anak, mereka boleh saja belajar huruf, angka, tulisan, baca, menghitung. Namun, jangan sampai para orang tua memaksakan dengan memberikan berbagai pembimbingan privat seperti les dengan tujuan anak supaya pintar segalanya. Pembelajaran pada anak usia dini haruslah menyenangkan agar mereka tetap merasakan kenyamanan dengan pembelajaran yang asik dan seru.


Komentar

Posting Komentar